Menjadi anak gubernur itu memang sangat enak. Apalagi bila punya kepentingan dengan Pemilu 2009. Mau tahu buktinya? Nah ini faktanya. Anak Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang bernama Andika Hazrumy, fakta yang tak terbantahkan. Saat ini, Andika tercatat sebagai salah satu calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Banten bersama dengan 68 calon lainnya. Bila dibandingkan dengan calon lain, Andika termasuk calon yang paling gencar melakukan sosialisasi diri kepada masyarakat baik lewat iklan koran maupun lewat berbagai kegiatan. Tampaknya target Andika sangat jelas. Dia ingin melenggang ke senayan untuk menjadi senator mewakili Banten. Tujuan yang realistis sesuai dengan pencalonan dirinya.

Sebagai anak gubernur, tentu Andika punya kelebihan dibandingkan dengan calon DPD maupun caleg yang lain. Itu karena Andika dapat memanfaatkan kegiatan pemerintahan untuk sosialisasi dirinya yang tidak akan dapat dilakukan oleh calon yang lain. Hal itu terbukti, saat Pemprov Banten membagi-bagikan fresh money (bantuan segar) kepada organisasi di desa dan karang taruna di Banten di rumah gubernur, beberapa waktu lalu. Saat pembagian berlangsung, ada terpasang gambar baliho sangat besar Andika dan Hikmat Tomet. Siapa Hikmat Tomet? Aha, ternyata dia adalah suami Ratu Atut Chosiyah. Sama dengan Andika, Hikmat juga mencalonkan diri dalam Pemilu 2009. Dia tercatat sebagai caleg nomor urut 1 untuk DPR dari daerah pemilihan Kota/Kabupaten Serang dan Cilegon.

Kembali lagi ke Andika. Kabar terbarunya, pada saat pembagian fresh money di Pandeglang pada Rabu (23/12) di Graha Pancasila Pandeglang, lagi-lagi Andika tampak hadir di antara kerumunan penerima fresh money. Dia tidak hanya hadir, tapi juga turut ikut membagi-bagikan secara simbolik kepada perwakilan organisasi yang menerima fresh money. Andika pun terlihat sumringah karena ada ribuan warga yang datang untuk mendapatkan fresh money. Selain itu baliho Andika, juga terpasang di ruangan tersebut. Ukurannya benar-benar jumbo yang membuat mata terbelalak. Dalam baliho tampak sekali gambar Andika sebagai calon DPD yang minta dukungan. Sebagai informasi, asal muasal uang fresh money berasal dari APBD Banten yang berarti uang rakyat.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pembagian fresh money tidak pernah dihadiri Andika. Bahkan publik juga tidak mengenal Andika. Hanya baru tahun ini saja, pembagian fresh money sangat bebeda karena nuansa muatan kampanye terselubung sangat kuat. Kita dapat membayangkan, bila Andika tidak mencalonkan diri, kita yakin bahwa Andika tidak akan hadir dalam pembagian fresh money itu karena tidak ada manfaatnya. Kepiawaian Andika memanfaatkan momen pembagian fresh money itu diuntungkan karena posisinya sebagai anak gubernur.

Namun sayang, meski dibumbui kampanye terselubung namun Panwaslu tidak bertindak. Lembaga pengawas itu terkesan membiarkan kehadiran Andika di acara pembagian fresh money. Begitupun dengan kalangan akademisi yang selama ini dikenal kritis di Banten juga emoh menanggapinya. Mereka pun terkesan tutup mulut atas kampanye terselubung yang dilakukan sang anak gubernur. Memang benar, sangat enak menjadi anak gubernur. Mau melakukan apa pun bisa untuk meraih simpatik meski dengan cara mendompleng kegiatan pemerintahan dan yang terpenting tidak ada yang mau menegur. Tuh kan, benar?? (*)