Sebuah lembaga pendidikan di Serang mengadakan seminar regional dengan menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintah, DPRD, dan pengamat politik setempat di hotel bintang empat. Agar dketahui oleh masyarakat luas maka panitia memasang iklan pengumuman di media.
Satu hari menjelang pelaksanaan panitia seminar dibuat kelimpungan. Mereka kedatangan salah satu tokoh yang menurut panitia dikenal sebagai jawara beserta pengawalnya. Kedatangan jawara kita ini tidak pernah diduga sebelumnya oleh para panitia yang terdiri dari kalangan kampus. ”Kami sangat terkejut dengan kedatangan dia (jawara-red),” kata salah satu panitia.
Belum kaget keterkejutan panitia, jawara kita ini yang juga seorang pengusaha meminta dijadikan sebagai salah satu pembicara yang bergandengan dengan pembicara lain. Sontak, permintaan jawara kita ini membuat panitia kelabakan. ”Saat itu kita berpikir bagaimana bila dia menjadi pembicara padahal dalam undangan dan iklan yang sudah disebar tidak menyebutkan dia sebagai pembicara,” tandas panitia.
Sempat terjadi dialog antara jawara kita ini dengan panitia. Jawara kita ngotot agar dijadikan sebagai narasumber karena berhak untuk ngomong tema yang diusung oleh panitia. Sementara panitia tetap bertahan tidak menyertakan jawara dalam seminar tersebut. Namun entah karena apa, akhirnya permintaan jawara kita ini dikabulkan oleh panitia. ”Daripada jadi repot, ya sudah kita biarkan dia jadi pembicara,” kata panitia dengan enteng.

KETIKA JADI NARASUMBER
Bagaimana ketika jawara kita ini menjadi narasumber dalam forum resmi yang dihadiri oleh kalangan akademisi, LSM, tokoh masyarakat, dan pers. Tentu banyak cerita unik dan menggelitik. Menjadi narasumber dalam forum ilmiah mungkin suatu kebanggaan bagi jawara kita ini. Oleh karena itu, kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh jawara kita ini. Dia datang tepat waktu namun dengan penampilan yang berbeda dengan pembicara lain.
Kalau pembicara lain datang dengan pakaian biasa dan tanpa pengawal, maka jawara kita yang satu ini datang dengan pakaian keren dan tentu saja dikawal. Pakaiannya necis dan berdasi. Tidak lupa di tangan kanan memegang map. Penampilannya saat itu mirip dengan sosok pejabat yang ingin memberikan sambutan resmi. Penampilan jawara kita ini membuat para peserta seminar terbelalak. ”Kayak udah jadi walikota saja,” celetuk salah satu wartawan lokal yang kebetulan meliput acara.
Memang pas. Tema yang dibicarakan dalam seminar itu memang terkait dengan pembentukan Kota Serang yang terpisah dengan Kabupaten Serang. Meski masih lama, namun sejumlah orang sudah mulai bergerilya mencari simpati. Barangkali itu yang membuat jawara kita ini juga memanfaatkan momen seminar untuk mencari hati karena disebut-sebut jawara kita ini juga ngebet ingin jadi walikota. (***)