Akhirnya. Kabar mengejutkan datang juga dari Batu Ceper, Kota Tangerang. Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang juga anak Gubernur Ratu Atut Chosiyah yang bernama Andika Hazrumy dilaporkan ke polisi oleh Panwascam Batu Ceper. Lembaga Pengawas Pemilu itu menduga bahwa Andika melakukan praktik money politics.

Harian Tangerang edisi Rabu (31/12/2008) mengangkat kasus Andika ini menjadi headline (berita utama) dengan judul, ‘Andika Dilaporkan ke Polisi.’ Berdasarkan berita itu, sang anak gubernur itu diduga melakukan praktik money politics karena mengiming-imingi warga mendapatkan berbagai hadiah bila memilih Andika dalam Pemilu 2009. Panwascam Batu Ceper, menilai tindakan itu sudah melanggar dan patut dilaporkan ke polisi agar ditindak sesuai dengan aturan.

Membaca berita itu, saya sedikit terbelalak. Bahkan saya sempat membaca berulang-ulang. Apakah benar berita itu? Sebab selama ini, banyak kasus yang jika melibatkan anak penguasa sulit untuk dilaporkan ke pihat terkait baik ke kepolisian maupun kejaksaan. Hal itu karena sebagian masyarakat kita masih takut menerima intimidasi atau tekanan lain bila melapor.

Keberanian Panwascam Batu Ceper itu, patut diacungi jempol. Keberanian itu sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan Pemilu 2009 adil dan fair. Keberanian ini juga patut diapresiasi agar siapa saja yang akan bertanding dalam Pemilu 2009 hendaknya melakukan persaingan yang sehat dan cerdas.

Keberanian itu makin hebat, bila kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Pihak aparat yang sudah menerima laporan harus menindaklanjuti sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Bila terbukti Andika bersalah, harus ada sanksi. Sebaliknya, bila tudingan money politics tidak terbukti, maka nama baik Andika harus dipulihkan. Andika dan tim suksesnya juga dapat menuntut pihak yang dianggap merusak nama baiknya. Kita tunggu saja episode berikutnya. (*)