Janji Hamas untuk menciptakan neraka bagi pasukan Israel yang masuk ke wilayahnya di Jalur Gaza menjadi kenyataan. Ribuan pasukan infanteri didukung ratusan tank, artileri, helikopter, dan pesawat tempur melintasi perbatasan pada malam hari Sabbath (hari suci bangsa Yahudi). Para agresor itu langsung disambut tembakan meriam dan lontaran roket dari pejuang-pejuang Hamas.

Wartawan BBC di lokasi pertempuran melaporkan, suara tembakan senapan mesin dan ledakan terdengar tanpa henti. Bombardemen berlangsung sepanjang malam berlanjut sampai siang. Barisan tank Israel yang bergerak maju memecah diri menjadi dua. Sebagian menyerbu kota-kota di sekitar Kota Gaza dan kota-kota di utara, Beit Lahiya dan Jabaliya. Sebagian lagi menuju kota-kota di selatan seperti Rafah, yang berbatasan dengan Mesir.

Menurut saksi mata, sebagian besar pasukan Israel masih berada di tempat terbuka dan belum memasuki kawasan perkotaan. Militer Israel mengatakan telah menyerang 40 lokasi, termasuk terowongan penyelundupan, depot senjata, dan lokasi peluncuran roket.

Mengutip radio di Gaza dari sumber kalangan dalam Hamas, sembilan serdadu Israel tewas pada jam-jam pertama serangan dan lima lainnya tertawan. Pihak Israel tidak membantah, juga tidak mengiyakan berita itu. Juru bicara militer Israel hanya mau mengatakan bahwa 30 serdadunya cedera.

Direktur Rumah Sakit Al Shifa di Gaza yang juga Deputi Menteri Kesehatan Hamas Hasan Alaf mengatakan, pada jam-jam pertama invasi Israel tercatat 20 orang tewas. Sedangkan jumlah korban tewas sejak agresi Israel dimulai delapan hari lalu mencapai 500 orang lebih, dengan 100 di antaranya warga sipil. Jumlah akurat korban dari kedua pihak memang masih simpang siur.

Tertahannya gerak maju pasukan infanteri itu diakui Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak. ”Itu tidak mudah. Serangan tak bisa diperpendek,” ujarnya. Juru bicara militer negara Yahudi Mayor Avital Leibovitch menambahkan, meskipun berisiko lebih besar, serangan darat harus dilakukan untuk memastikan infrastruktur Hamas sudah hancur di daerah-daerah operasionalnya.

Sumber di militer Israel menyebutkan, angkatan darat Israel sebetulnya menyerbu Gaza dari tiga arah, yakni wilayah Gaza utara, tengah, dan selatan. Taktik itu untuk mengisolasi Kota Gaza, yang menjadi benteng terakhir pejuang Hamas. Penguasaan wilayah utara bertujuan menghentikan tembakan roket ke wilayah Israel. Sedangkan pasukan infanteri Israel di Gaza tengah dan selatan bertugas memutus suplai senjata dan logistik ke pejuang Hamas di Kota Gaza yang biasanya datang dari Mesir dan Jordania. Karena itu, tentara yang diterjunkan di wilayah tersebut mengambil posisi di Netzarim. ”Target kami cuma Hamas, bukan menduduki lagi Gaza,” tegas Perdana Menteri Ohud Olmert pada sidang kabinet, Minggu (4/1) pagi.

Perkembangan terakhir tadi malam, Kota Netzarim yang sebagian besar penduduknya Yahudi, sudah jatuh ke tangan Israel. Meski melakukan perlawanan sengit, pejuang Hamas tidak mampu menahan gempuran darat, laut, dan udara tentara Israel.

Di pihak lain pejabat Hamas Ismail Radwan mengatakan, tentara Israel masuk Gaza seperti tikus. ”Mereka datang diam-diam di malam hari seperti tikus. Kami ingatkan, Gaza tidak akan menjadi tempat piknik, tetapi Gaza akan menjadi kuburan Anda semua,” tegasnya kepada jaringan televisi Al Jazeera kemarin.

Seorang tokoh dan mantan juru runding Palestina, Abu Zayyad, mengatakan, strategi pertempuran darat akan menguntungkan Hamas. ”Israel mungkin tahu cara masuk Gaza, tapi saya tidak yakin mereka tahu bagaimana cara keluarnya,” katanya.

Ketika kedua pihak yang bertikai saling mengklaim kemenangan, rakyat Palestina semakin terperosok ke dalam jurang penderitaan. Gerak maju bala tentara Israel itu membuat ratusan keluarga Palestina berduyun-duyun meninggalkan Gaza. Mobil dan truk berisi anak-anak dan perempuan meninggalkan Netzarim, yang terletak 3 km di sebelah selatan Kota Gaza.

Kepanikan warga dalam menyelamatkan nyawa itu seperti tidak dihiraukan Israel. Mendukung gerakan pasukan infanteri, jet-jet tempur dan helikopter terus membombardir. Karena Hamas menerapkan strategi gerilya kota, sasaran rudal Israel kali ini tidak lagi pilih-pilih.

Kemarin pagi bom yang dilepas jet F-16 Israel menghancurkan pusat perbelanjaan Palestine Square yang jelas-jelas fasilitas sipil. Lima orang tewas seketika dan puluhan lainnya terluka. Bom lain menghantam SPBU gas di Beit Lahiyah, sehingga menimbulkan kebakaran hebat.

Langit Gaza sepanjang siang kemarin dipenuhi asap hitam mengepul yang muncul setiap pesawat tempur Israel melintas.

 

Sumber: Jawa Pos, Senin 5/1