HARAPAN besar sempat disematkan ke pundak Tony Blair. Sebagai juru damai utusan Amerika Serikat, Rusia, PBB, dan Uni Eropa, mantan Perdana Menteri Inggris itu banyak diharapkan bisa menemukan cara mengatasi krisis di Jalur Gaza.

Tapi, hingga hari kesembilan serangan Israel ke Gaza, Senin (5/1), Blair masih juga belum beraksi. Lantas, di mana politikus Partai Buruh itu berada? Sungguh mengagetkan, karena ternyata Blair masih bersenang-senang menikmati liburan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Padahal, dia sudah resmi ditunjuk sebagai utusan keempat pihak tadi sejak awal serangan Israel ke Gaza.

Misteri keberadaan Blair itu diungkap Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. Dalam sebuah wawancara pada akhir pekan lalu, Brown ditanya, apakah dia sudah berkonsultasi dengan Blair selaku pendahulunya soal cara mengatasi krisis di Gaza. Namun, Brown menjawab, ”Tony sekarang lagi liburan.”

Kritik pun otomatis langsung bermunculan soal kekurangagresivan Blair itu. Salah satunya dari pemimpin Partai Liberal Demokrat Nick Clegg. ’’Di mana-mana orang bertanya tentang Blair. Sungguh mencolok mata bila Blair sampai absen (menunaikan tugasnya),’’ katanya.

Sabtu lalu (3/1), Blair memang sudah berangkat ke kantornya di Jerusalem. Namun, bukannya langsung menjalankan tugas, dia malah kembali pergi bertamasya bersama keluarga ke sebuah daerah di Pakistan.  Lebih aneh lagi karena sekalipun bertugas sebagai juru damai di Timur Tengah, tak sekalipun Blair menginjakkan kaki di wilayah yang sejak Mei tahun lalu sepenuhnya di bawah kontrol Hamas itu. Padahal, daerah itulah tempat palagan utama antara Israel dan Hamas. Dia pernah akan menginjakkan kaki disana pada Juli lalu, namun batal hanya karena alasan keamanan. (*)