Alur cerita, Andika Hazrumi, belum juga habis. Anak Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu kembali menjadi berita. Sebelumnya, Andika dilaporkan Panwaslu Kecamatan (Panwascam) Batu Ceper, Kota Tangerang, ke polisi. Kini giliran Panwaslu Kecamatan Sukasari, Kota Tangerang, yang melaporkan Andika ke Panwaslu Kota Tangerang, Senin (5/1).

Berita tentang Andika itu dilansir Harian Tangerang edisi Selasa (6/1). Panwascam Batusari melaporkan Andika ke Panwaslu Kota Tangerang karena dituding melakukan dugaan praktik money politics. Tim sukses Andika menyebarkan stiker Andika yang di belakangnya tercantum undian berhadiah seperti umroh, kulkas, televisi, dan sepeda motor. Perbuatan itu yang dinilai mencoreng fairness sehingga Panwascam pun langsung bertindak.

Kasus Andika di atas makin meniscayakan bahwa banyak jalan mencari kekuasaan meski dengan cara-cara yang tidak etis. Kasus Andika itu juga menunjukkan bahwa dengan kekuasaan dan kekuatan finansial, semuanya dapat diatur. Faktanya, yang menyebarkan stiker bergambar Andika itu ternyata oknum anggota panitia pemungutan suara (PPS) Kelurahan Sukasari. Yang dilakukan oknum anggota PPS itu tentu bukan sekadar basa-basi, melainkan ada “sesuatu” di baliknya. Nah, “sesuatu” itu yang menggiurkan yang tentu saja diiming-imingi oleh yang punya hajat sehingga oknum pun tergoda.

Ke depan, masihkan ada lagi yang berani melaporkan Andika? Kita tunggu saja, ya. (*)