Dunia sudah telanjur mengutuk Israel. Negara zionis itu dikutuk karena polahnya yang menyengsarakan warga Palestina. Negara Yahudi itu juga dikecam karena mengabaikan desakan dunia agar Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza.

Tidak pedulinya dan budeknya Israel itu yang membuat dunia-juga kita-akhirnya menjatuhkan kutukan kepada Israel. Namun meski dikutuk beribu kali, negara zionis itu masih saja memborbardir Gaza dan terus menewaskan warga sipil Palestina. Hal itgu menandakan bahwa kutukan dunia-juga kita di Indonesia-tidak cukup meredakan ketegangan di Jalur Gaza. Malah sebaliknya, Israel makin gencar melakukan serangan. Begitupun dengan Hamas. Pasukan Hamas pun terus membalas serangan Israel dengan roket seadanya. Jadilah, pertempuran di jalur Gaza itu tidak ada hentinya.

Untuk menghentikan perang, maukah kita berpikir terbalik. Misalnya, kita jadikan Israel sebagai teman. Begitupun dengan Hamas, kita jadikan sebagai sahabat. Menjadikan mereka sebagai teman, berarti kita siap untuk duduk di samping mereka dengan damai tanpa ada kecurigaan. Namun, maukah kita berusaha menjadikan mereka sebagai teman atas dasar kemanusiaan bagi masa depan Palestina yang merdeka dan berdaulat? Bagaimana pendapat kalian?