1-atribut-parpol-di-tertibkanSenin (12/1), tim gabungan penertiban yang terdiri dari anggota Panwaslu Banten, Satpol PP Banten, dan aparat kepolisian menertibkan atribut kampanye di jalur-jalur protokol Kota Serang. Dari hasil penyisiran, tim mengamankan puluhan atribut kampanye milik parpol, caleg dan beberapa poster calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Namun ada yang kurang sedap dalam penertiban itu. Sebab baliho raksasa bergambar Andik Hazrumy, calon DPD yang juga anak gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, tidak disentuh. Baliho raksasa Andika yang berada persis di dekat Alun-alun dan Jalan Ahmad Yani (jalan ini masuk jalan protokol yang dilarang pemasangan atribut kampanye) dibiarkan masih berdiri tegak. Selain baliho raksasa Andika, masih ada satu lagi baliho raksasa yang juga dibiarkan masih berdiri kokoh yaitu spanduk raksasa bergambar bapak Andika, Hikmat Tomet. Hikmat adalah caleg DPR RI nomor urut satu dari Partai Golkar.

Usai penertiban kira-kira pukul 16.40 WIB, beberapa kalangan mulai dari kalangan parpol, aktivis LSM, akademisi, dan sebagian warga yang peduli langsung mengirimkan SMS kepada saya. Mereka menilai masih berdirinya baliho raksasa bergambar wajah bapak dan anak itu tentu menimbulkan kecemburuan dan melukai rasa keadilan. “Kenapa masih ada diskriminasi dalam politik di Banten?” tulis salah satu SMS yang dikirimkan kepada saya, Senin (12/1) sore. Masih banyak SMS senada yang mempertanyakan ketegasan Panwaslu. Nah?