Kemahaperkasaan Tuhan kembali terjadi. Kapal Airbus 320 milik Amerika Serikat terjatuh ke sungai Hudson, Kamis (15/1), gara-gara menabrak seekor burung. Beruntung, 155 penumpang dan awak pesawat yang nyemplung ke sungai beku itu selamat.

Pesawat ini nyemplung ke Sungai Hudson yang membeku, tidak jauh dari pusat kota Manhattan yang padat gedung-gedung tinggi. Meski tidak ada korban jiwa, ada satu penumpang yang patah kaki penumpang mengalami cedera kecil.

US Airways nomor penerbangan 1549 itu lepas landas dari Bandara LaGuardia, New York, menuju ke Charlotte, North Carolina, pukul 15.26, Kamis (15/1) waktu setempat atau sekitar pukul 05.26, Jumat dini hari (16/1) WIB. Setelah satu menit terbang, pilot melaporkan adanya ’’serangan burung terhadap dua mesin’’  dan meminta izin untuk kembali ke darat. Tapi, upaya pilot itu diurungkan dan dia memilih mendaratkan pesawatnya ke Sungai Hudson.

Keputusan tersebut ternyata tepat. Permukaan Sungai Hudson yang saat itu bersuhu 1 derajat celsius mampu mencegah benturan keras ke bodi pesawat. Selain itu, dalam hitungan menit, perahu karet tim SAR dan paramedis New York datang melakukan pertolongan. Meskipun shock, penumpang pesawat US Airways hanya merasa kedinginan dan mereka bersyukur semua bisa selamat.

Dari peristiwa itu dapat diambil hikmahnya bahwa manusia yang memiliki teknologi secanggih apa pun tidak ada artinya melawan kekuasaan Tuhan. Oleh karena itu sangat tidak pantas bila kita sombong atas pengetahuan yang kita miliki. Sejatinya manusia itu, harus selalu rendah hati karena ilmu yang kita miliki sangat kecil, tidak seberapa bila dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan. Ilmu pengetahuan yang kita miliki ibarat setetes air di lautan yang sangat luas. Subhanallah. (*)US-US-AIRWAYS-PA