termehek-mehek3Setiap saban malam minggu dan malam senin, pemirsa televisi disuguhkan tayangan anyar (baca: baru) yang mengaduk-aduk perasaan. Tayangan itu adalah Termehek-mehek di TransTV yang ditayangkan mulai pukul 18.15-19.00 WIB. Kabarnya, tayangan ini memiliki rating tertinggi dengan tayangan serupa di banyak televisi kita.

Setiap episodenya, Termehek-mehek selalu menayangkan kisah-kisah pencarian orang, baik itu orangtua, suami/istri, teman, bekas pacar, saudara, dan sebagainya. Alur ceritanya pun menarik dan membuat pemirsa penasaran. Dan yang lebih penting dari itu semua, tayangan ini mampu mengaduk-aduk perasaan pemirsa di depan televisi. Inilah tayangan infotainment yang mampu meledak-ledakkan emosi pemirsa.

Namun tulisan ini tidak akan membahas kelebihan Termehek-mehek. Tulisan ini hanya ingin mengutarakan kegelisahan sebagai salah satu penikmat televisi. Sejak tayangan itu tayang, saya selalu memerhatikan setiap rumah di sekitar lokasi saya tinggal. Hampir semua rumah menyetel TransTV untuk menyaksikan Termehek-mehek hingga tuntas, tepat pukul 19.00 WIB.

Yang menggelisahkan adalah dari tayangan itu adalah Termehek-mehek dimulai saat azan Magrib berkumandang, yakni sekitar pukul 18.17 WIB. Saat azan berkumandang mengalun merdu, kita masih duduk manis di depan televisi. Bukannya berangkat ke kamar mandi untuk berwudhu dan segera ke masjid atau musola untuk melaksanakan salat magrib, kita malah menanti tayangan Termehek-mehek. Kita masih dibuat penasaran oleh cerita Termehek-mehek, karena sebelumnya tayangan ini sempat diiklankan yang memunculkan kepenasaran karena yang diiklankan saat konflik membuncah.

Suara azan tidak mampu mengalahkan kita untuk bergerak segera menghadap Allah Yang Maha Perkasa. Ternyata, sihir Termehek-mehek malah lebih kuat untuk menahan kita duduk di depan televisi. Apakah saat ini memang telah terjadi krisis spiritual? Atau memang televisi (atau tepatnya produser acara) yang secara diam-diam sengaja membius kita untuk melalaikan kewajiban kita kepada Sang Khalik?. Wallahualamu Bis Showab

 

Serang, 18/1/2009, pukul 20.00 WIB.