Tamat sudah ’’karir’’ Samira Ahmed Jassim alias Umm al-Mumineen. Dia tak bisa lagi merekrut kaumnya untuk menjadi sukarelawan bom bunuh diri. Jassim baru-baru ini ditangkap oleh polisi Iraq. Dia mengaku telah  merekrut setidaknya 80 sukarelawan perempuan untuk menjadi eksekutor bom bunuh diri.
Dalam video yang dirilis kepolisian Iraq di Baghdad kemarin (4/2), Jassim membeber strateginya membujuk para mujahid perempuan agar mau menjadi bomber. Dia mengincar yang gampang dirayu. ’’Terutama mereka-mereka yang patah hati, depresi atau diperkosa,’’ ungkap ibu 4 putri dan 2 putra itu seperti dilansir Associated Press.
Soal usia dan latar belakang yang direkrut, sangatlah bervariatif. Satu ketika, Jassim pernah merayu seorang nenek. Setelah berkali-kali berbincang, akhirnya nenek itu bersedia meledakkan dirinya di sebuah terminal bus.
Pernah juga dia mendapatkan ’’mangsa’’ seorang guru yang sedang mendapat tekanan mental karena hubungan dengan suaminya sedang tidak harmonis.
Mereka yang bersedia jadi bomber itu lalu diajak ke sebuah kebun buah-buahan untuk dilatih oleh para militan. Setelah dinyatakan mantap mereka dibawa kembali dan ditunjukkan pada sasaran-sasaran yang hendak diserang. Selain sukses merekrut 80 sukarelawan, beber juru bicara militer Iraq May. Jend. Qassim al-Moussawi, Jassim juga menjadi dalang serangan bom di 28 wilayah berbeda. Namun tak dipaparkan secara rinci waktu dan tempat kejadian serangan tersebut.
Menurut data militer Amerika Serikat di Baghdad, setidaknya terjadi 32 serangan bom bunuh diri oleh pelaku perempuan pada 2008. Itu naik berlipat-lipat dibandingkan 2007 yang hanya 8 insiden.  (jpnn)