Lagi, Banten digegerkan oleh video mesum. Kali ini, video tarian wanita tanpa busana (striptis) beredar di Kota Cilegon. Penarinya dua wanita di bawah umur yang diduga bekerja di sebuah tempat hiburan malam di kota baja tersebut.

Video berdurasi 1 menit 8 detik itu sejak Kamis (19/2/2009) ternyata sudah dimiliki warga melalui handphone. Berdasarkan gambar itu, dua wanita belia menari tanpa sehelai benang pun. Mereka melenggak-lenggok di atas meja sebuah ruang karaoke diiringi dentuman house musik. Aksi itu tampak disaksikan dan diabadikan menggunakan handphone oleh dua lelaki tak dikenal.

Diduga striptis dilakukan di sebuah ruangan karaoke tempat hiburan malam pada pertengahan Januari 2009 lalu. Penarinya adalah dua bar girl yaitu berinisial Ant (16), warga Kota Cilegon, dan My (15), warga Kabupaten Pandeglang.

Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi Dwi Gunawan saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2) membenarkan hal itu. Dia bahkan mengatakan, pihaknya telah menangkap dua penari striptis bersama mami bar girl yang menyuruh keduanya menari, Siti Khodijah.

Dikatakannya, karena masih di bawah umur, kedua penari striptis itu kini sudah dilimpahkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Banten. “Kalau maminya ditahan di sini (Mapolres Cilegon- red),” ungkap Dwi sebagaimana dikutip Radar Banten, Kamis (19/2).

Menurut Dwi, motif kedua pelaku ini karena faktor ekonomi. Di mana, keduanya dibayar sebesar Rp 500 ribu oleh dua orang warga Jakarta yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Dua lelaki warga Jakarta bayar kepada Ant dan My Rp 500 ribu untuk menari. Tontonan adegan itu dilakukan atas rujukan Siti Khodijah sang mami bar girl New LM,” tegasnya.

Hingga kini, lanjutnya, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap para pelaku. Bahkan, dua berkas kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cilegon.

Menyoal kasus tersebut, Dwi menduga jika kasus video striptis itu di luar sepengetahuan manajemen New LM karena disinyalir ada orang yang sengaja ingin membuat video ini, namun menggunakan tempat hiburan lain.

 

sumber: Radar Banten