Pemilu 2009 di Banten, memang sangat berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Pada pemilu kali ini, banyak dipenuhi oleh calon anggota legislatif (caleg) yang merupakan pasangan suami-istri (pasutri). Munculnya pasutri dalam pentas politik di Banten tentu sesuatu yang baru, unik, sekaligus menunjukkan bahwa syahwat kekuasaan mereka masih sangat tinggi. Sebelumnya, tidak pernah ditemukan ada caleg pasutri di Banten meski era reformasi sudah bergulir sejak 1998.

Kita memang tidak dapat menyalahkan mereka karena itu hak politik mereka yang dijamin oleh undang-undang. Mungkin saja, mereka punya mimpi besar. Misalnya, ingin hidup bersama tidak hanya di rumah tapi juga lewat politik. Nah, ini kan pasutri yang setia kan….?

Dalam penelusuran data, pasangan suami istri yang menjadi caleg DPR dan DPRD kabupaten/kota di Banten antara lain Jazuli-Mamah Marhamah (keduanya maju dari PDIP), Andhika Hazrumy-Adde Rossi Chaerunnisa, Ahmad Sauqi-Siti Maalihatul Masnu’ah (dari PKNU), dan Dimyati Natakusumah-Irna Narulita (PPP). Mungkin, masih ada caleg lain yang tidak saya ketahui. Mungkin jumlahnya bisa di atas puluhan.

Andika yang merupakan anak Gubernur Atut Chosiyah maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sementara istrinya, Adde Rossi menjadi caleg DPRD Kota Serang. Jazuli adalah caleg DPRD Banten dari daerah pemilihan Lebak dan istrinya, Mamah Marhamah caleg DPRD Kota Serang dari daerah pemilihan Kecamatan Serang.

Sementara Ahmad Sauqi adalah caleg DPRD Banten nomor urut satu dan istrinya, Maalihatul Masnu’ah adalah caleg DPRD Kabupaten Serang, juga nomor urut satu. Sedangkan Dimyati Natakusumah adalah caleg DPR RI dari daerah pemilihan Lebak dan Pandeglang sementara istrinya, Irna Narulita, juga caleg DPR RI dari daerah pemilihan yang sama dengan sang suami.  Dimyati selain sebagai ketua DPW PPP Banten juga masih tercatat sebagai bupati Pandeglang.

 

===========

Caleg pasangan suami istri ini pun ternyata bukan sembarangan pasangan. Mereka adalah para pentolan parpol atau yang punya akses dengan petinggi parpol karena kedekatan atau kroni. Karena itu, mereka menempati di nomor urut kecil (nomor urut atas) dalam daftar caleg tetap.

 Jazuli (caleg DPRD Banten dari PDIP) misalnya. Ia merupakan kader baru di PDIP karena sebelumnya dia adalah kader PBR.  Bahkan Jazuli pernah menjabat sebagai Ketua DPW PBR Banten. Meskipun baru di PDIP, namun Jazuli langsung memegang posisi kunci. Dia dipilih menjadi sekretaris DPC PDIP Kota Serang dalam rakercabsus PDIP di kantor DPD PDIP Banten di Jalan Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang. Diduga, Jazuli terpilih sebagai pengurus teras di partai berlambang banteng moncong putih karena kedekatannya dengan Ketua DPP PDIP Banten, Jayeng Rana, sebab keduanya berteman akrab selama menjadi anggota DPRD Banten hasil Pemilu 2004.

Adde Rossi Chaerunnisa, apa lagi. Dia adalah menantu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Di DPD Partai Golkar, Adde juga memegang jabatan penting. Sementara di organisasi Perempuan Golkar Kota Serang, Adde menduduki jabatan sebagai ketua.

Begitupun dengan Ahmad Sauqi. Sekilas, tentu sosok ini figur baru dalam pentas politik di Banten karena memang sebelumnya tidak punya trah politik. Namun melihat sosok ayahnya yaitu Ketua Fatwa Komisi MUI Pusat KH Ma’ruf Amin, sosok Sauqi bukan sembarangan pemuda. Meski baru menapaki karir politik sebagai ketua DPC PKNU Kabupaten Serang, namun Sauqi layak diperhitungkan. Bahkan diprediksi Sauqi dan istrinya, akan banyak mendapatkan suara. Sebab pasutri ini, beberapa kali bertemu menggelar pertemuan dengan masyarakat dan kalangan masyarakat dihadiri oleh ayahnya. Mengandalkan kharisma ayahnya itu, Sauqi menatap optimis berkarir di politik.

Tapi, tetap saja pilihan ada di tangan masyarakat bukan karena caleg pasutri. Karena memang rakyatlah yang memiliki suara dan kedaulatan. Siapa memilih siapa, kita lihat saja nanti.

 

Serang, 20/2/2009 atau 48 hari lagi pemungutan suara pemilu legislative, 9 April 2009.