kpuAhmed dan Siti adalah pasangan suami istri (pasutri) yang terbilang sukses. Dalam membina rumah tangganya, pasangan ini tidak pernah bertengkar hebat. Kalaupun ada pertengkaran, hanya kecil-kecilan saja karena tidak sampai ada piring atau gelas yang pecah dibanting.

Kesibukan pasangan ini makin menjadi-jadi karena keduanya menjadi calon anggota legislatif (caleg) Pemilu 2009. Ahmed menjadi caleg untuk DPRD provinsi, sementara Siti menjadi caleg untuk DPRD kota. Kenapa sih, keduanya tertarik menjadi caleg? Bukankah, keduanya masih punya tanggungjawab mengurusi anak-anak mereka di rumah? Berikut petikan obrolan mereka saat memutuskan menjadi caleg.

————–

Ahmed            : Mah, Ayah sudah mantap ingin menjadi caleg.

Siti                   : Ya, baguslah. Daripada menganggur di rumah kan.

Ahmed            : Ya, setidaknya alasannya bukan itu dong, Mah.

Siti                   : Abis, apa dong, Yah?

Ahmed            :Ya… (sejenak berhenti dan mengkerutkan dahi), ayah kan lulusan SI dan mantan aktivis mahasiswa. Selama menjadi mahasiswa, ayah juga kan sering mendapatkan prestasi. Jadi ayah kira, tenaga ayah diperlukan untuk membangun daerah dan bangsa ini.

Siti       (Terbengong), wah, hebat sekali sih, Yah.

Ahmed            (tersenyum simpul). Dia merasa senang karena mendadak istrinya sumringah. (Tapi sebenarnya, Siti tahu bahwa Ahmed hanya berapologi untuk meluluskan niat menjadi caleg).

Ahmed: Ayah dilawan!! Oh ya, Mah. Nanti kalau ayah jadi dewan, kita akan kaya karena penghasilan ayah bertambah lagi. Yang senang kan mamah juga. Lagian, nanti duitnya akan kita tabung sebagian untuk membeli tanah. Gimana mah, setuju gak?

Siti       : Saya sih setuju saja Yah. (Siti menahan nafas, tampaknya ada sesuatu yang ingin dia utarakan kepada suaminya yang telah memberikan dua anak ini).

Siti       : Yah, bagaimana kalau mamah juga ikut mencalonkan diri. Sekarang kan, perempuan lagi ada kesempatan kuota 30%. Sekalian mamah mau uji nyali juga Yah. Boleh gak. Kan nanti juga pendapatan kita akan berlipat ganda, kalau memang mamah jadi anggota dewan.

Ahmed            (Mengernyitkan dahi). Wah, ide yang bagus. Ya, sudah mamah jadi caleg lagi deh. Partainya, lewat partai ayah aja, kan, Ayah pengurus parpol ini.

Siti       : Ya

Obrolan di tempat tidur itu terjadi sesaat sebelum mereka tidur. Kejadiannya pun begitu cepat, sehingga mereka lupa bahwa malam itu adalah malam Jumat.

(Sejak lulus kuliah, Ahmed dan Siti memang belum memiliki pekerjaan tetap. Ahmed hanya bekerja serabutan, bukan pegawai tetap. Sementara Siti, adalah ibu rumah tangga)

Dan sejak menjadi caleg itu, keduanya jarang lagi bertemu di tempat tidur. Mereka pun jarang terlihat bercengkerama  lagi. Keduanya disibukkan dengan berbagai angenda pertemuan dengan masing-masing pendukungnya.

 

 

Serang, 3 Maret 2009