Setelah didesak, akhirnya Komisi Pemilihan Umum atau KPU berjanji akan mencetak ulang empat jenis formulir berita acara penghitungan suara calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Banten yang salah cetak. Janji ini langsung diucapkan oleh Ketua Divisi Logistik KPU Pusat Abdul Aziz di hadapan ketua KPU kabupaten/kota se-Banten yang menemui Aziz di KPU Pusat, Kamis (2/4).

Abdul Aziz menjanjikan bahwa perusahaan pemenang tender percetakan formulir berita acara penghitungan suara DPD Banten ini akan mencetak ulang hari ini. Pada Sabtu (4/4), formulir berita acara hasil cetak ulang itu akan dikirimkan kepada KPU kabupaten/kota di Banten.

Ketua KPU Kabupaten Serang Lutfi Nuriman membenarkan. Kata dia, KPU Pusat memberikan jaminan bahwa empat jenis berita acara penghitungan suara (C1, C2 plano, DA-1 dan DA-B) akan dicetak ulang. “Kami merespons baik atas keinginan KPU Pusat untuk mencetak ulang formulir bermasalah ini,” katanya.

Diakui Lutfi, KPU Pusat mau mencetak ulang formulir berita acara bermasalah itu setelah mendengarkan masukan dari KPU kabupaten/kota di Banten. “Kami memang menginginkan agar ada cetak ulang untuk menjaga Banten tetap kondusif. Sebab kalau kesalahan nomor urut DPD di empat jenis berita acara direvisi dengan cara manual (tulis tangan-red) justru akan merepotkan. Dan ternyata keinginan itu disanggupi KPU Pusat,” ujarnya.

Ketua KPU Cilegon Syaeful Bahri juga mengatakan hal serupa. Kata dia, KPU Pusat siap untuk menarik empat jenis berita acara penghitungan suara DPD yang salah cetak. “Kita menyambut baik keinginan KPU Pusat itu,” ujarnya. Kata Syaeful, setelah selesai dicetak, formulir berita acara itu akan langsung dikirim ke KPU kabupaten/kota di Banten untuk mengejar waktu distribusi ke masing-masing panitia pemilihan kecamatan (PPK).

Kedatangan ketua KPU kabupaten/kota ke KPU Pusat karena mereka kurang puas terhadap Surat Edaran (SE) KPU Pusat Nomor 627/KPU/III/2009 tertanggal 31 Maret 2009. SE itu berisi bahwa kesalahan cetak nomor urut calon anggota DPD RI dari nomor urut 17-53 tidak memengaruhi fungsi formulir tersebut. Selain itu, KPU kabupaten/kota diminta untuk membetulkan nomor urut calon DPD berdasarkan nomor urut daftar calon tetap (DCT) dan surat suara, serta membuat surat edaran kepada PPK, PPS, dan KPPS tentang formulir yang salah cetak tersebut.

Mereka yang mendatangi KPU Pusat kemarin adalah Ketua KPU Kabupaten Serang Lutfi Nuriman, Ketua KPU Kota Serang M Arif Ikbal, Ketua KPU Kota Cilegon Syaeful Bahri, Ketua KPU Lebak Agus Sutisna, dan Ketua KPU Kota Tangerang Imron Khamami. Sementara Ketua KPU Pandeglang dan Kabupaten Tangerang diwakili oleh anggotanya. Mereka tiba di KPU Pusat sekira pukul 10.00 WIB. Namun baru diterima oleh anggota Abdul Aziz sekira pukul 15.30 WIB setelah sebelumnya sempat juga diterima oleh anggota KPU Pusat lainnya, I Gede Putu.

Di tempat berbeda, calon anggota DPD Eti Fatiroh mengatakan, sebelum Ketua KPU kabupaten/kota menemui Ketua Divisi Logistik KPU Pusat Abdul Aziz, dirinya sudah menemui Abdul Aziz pada Senin lalu. Dalam pertemuan itu, Abdul Aziz memang menjanjikan akan mencetak ulang berita acara formulir DPD yang salah cetak. Perbincangannya dengan Abdul Aziz ia rekam sebagai bukti. “Kata dia (Abdul Aziz-red), yang sudah didistribusikan harus dimusnahkan,” ujarnya.

Karena itu, Eti sangat terkejut saat KPU Pusat malah mengeluarkan SE yang tidak akan mencetak ulang formulir berita acara penghitungan suara DPD. “SE itu hanya memerintahkan daerah untuk melakukan perbaikan. Ini jelas aneh dan tak sesuai dengan perbincangan saya dengan dia waktu itu,” ungkap mantan anggota KPU Banten ini.

Setelah akhirnya KPU Pusat menjanjikan akan mencetak ulang, Eti juga menyambut baik rencana tersebut. “Itu (cetak ulang-red) lebih baik daripada mengganti dengan cara manual,” ujarnya.

SALAH CETAK

Sebelumnya anggota PPK Pamarayan, Kabupaten Serang, menemukan ada kesalahan cetak nomor urut calon DPD Banten di empat formulir berita acara penghitungan suara DPD. Di berita acara C1, C2, DA-1 dan DA-B, nomor urut calon DPD saling tertukar. Calon DPD yang seharusnya bernomor urut 53 malah tercetak di formulir berita acara nomor urut 17. Begitu juga calon DPD nomor urut 17 malah tercetak nomor urut 18. Calon DPD nomor urut 18 malah salah cetak menjadi nomor urut 19. Begitu seterusnya hingga calon DPD nomor urut 35.

Kesalahan cetak ini sempat membuat calon anngota DPD akan memboikot pemilu di Banten bila tidak ada perbaikan. Sebab mereka merasa dirugikan atas kesalahan cetak nomor urut tersebut. Sementara jumlah calon anggota DPD Banten sebanyak 69. (*)

Serang, 3 april 2009 atau 7 hari lagi pemungutan suara, 9 April 2009.