DIDOMINASI PENGUSAHA

Hasil pemilu legislatif, 9 April lalu, memang belum ditetapkan. Namun sejumlah nama beken diprediksi melenggang ke Senayan. Siapa saja mereka?

—–

Rekapitulasi penghitungan suara parpol dan masing-masing caleg hingga kemarin masih berlangsung di panitia pemilihan kecamatan (PPK). Namun beberapa nama caleg DPR RI diprediksi akan melenggang mulus ke Senayan karena perolehan suara sementara mereka hingga tadi malam sangat signifikan. Bahkan ada tren terus bertambah meninggalkan

caleg-caleg lain.

Di daerah pemilihan (dapil) Banten II yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, suami Gubernur Ratu Atut Chosiyah, Hikmat Tomet, diprediksi kuat dapat meraih kursi. Hingga tadi malam pukul 20.00 WIB, Hikmat Tomet meraih suara sementara 21.380 yang merupakan perolehan suara tertinggi meski dibandingkan dengan caleg di dapil lainnya.

Di dapil Banten II ini, Hikmat bersaing dengan caleg Golkar yang berada di urutan dua yakni Tb Iman Ariyadi. Hingga pukul 20.00 WIB, putra Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at itu meraih suara sementara 18.307. Sementara Aly Yahya (anggota DPR dari Golkar) hanya meraih 1.426 yang mengancam dirinya tidak akan lolos ke parlemen. Bahkan suara Aly Yahya juga kalah jauh dengan caleg Golkar nomor urut 4 yaitu Humaedi yang memperoleh 3.917. Kalaupun memang Golkar di dapil Banten II dapat tiga kursi, maka yang menempati adalah Hikmat Tomet, Iman Ariyadi, dan Humaedi.

Caleg di luar Partai Golkar yang mampu menyaingi perolehan suara Hikmat dan Iman Ariyadi adalah Zulkieflimansyah (caleg nomor urut 1 dari PKS). Zulkieflimansyah hingga tadi malam pukul 20.00 WIB sudah mengumpulkan suara 15.582. Diprediksi, Zulkieflimansyah juga akan mulus melenggang ke Senayan dengan mudah. Bila PKS dapat dua kursi dari dapil Banten II ini, kemungkinan besar Zulkieflimansyah akan didampingi oleh Sadeli Karim (Wakil Ketua DPRD Banten) yang hingga tadi malam memperoleh suara sementara 1.866.

Di Partai Demokrat ada nama Adiyarman Amis Saputra dan Ahmad Rifai Suftyadi yang diprediksi lolos. Adiyarman memperoleh 5.815 dan Rifai 4.690. Bila suara Partai Demokrat besar, dan dapat dua kursi, maka kedua nama ini yang berpeluang besar untuk mendampingi caleg terpilih lainnya dari parpol berbeda.

Nasib kurang beruntung memang dialami Ketua DPW PAN Banten Rusli Ridwan. Rusli yang juga Wakil Walikota Cilegon hingga tadi malam hanya meraih 3.289. Perolehan suara yang masih kecil itu mengancam Rusli gagal melenggang ke Senayan.

Begitupun dengan Murdaya Widyawimarta Poo, caleg nomor urut satu dari PDIP. Posisi Murdaya memang belum aman benar. Sebab hingga tadi malam Murdaya baru meraih suara sementara 4.081. Namun nasib Murdaya akan berbeda bila perolehan suaranya terus merangkak naik dan perolehan suara PDIP juga signifikan.

BANGUN BANTEN

Dihubungi terpisah, Hikmat Tomet mengatakan, sebelumnya dirinya tidak tertarik menjadi caleg karena sudah enjoy menjadi pengusaha nasional. “Sebetulnya saya tidak terpikir untuk menjadi caleg karena sudah aman menjadi pengusaha. Tapi karena ibu (istrinya, Atut Chosiyah-red) memegang amanah menjadi gubernur, maka perlu dukungan terutama untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Banten,” katanya.

Kata Hikmat, salah satu sumbangsih yang akan dilakukan untuk membantu istrinya itu adalah mempercepat dana-dana dekonsentrasi turun ke Banten. “Di pusat dana-dana itu banyak. Namun selalu turun ke provinsi lain. Sementara yang turun ke Banten masih sedikit karena kita kalah lobi. Oleh karena itulah, bila saya diberi amanah duduk di DPR RI, akan memperjuangkan dana-dana dari pusat turun ke Banten. Dan saya siap melobi, karena sudah paham betul dengan lobi-lobian selama menjadi pengusaha,” ujarnya.

Dana-dana dekonsentrasi dari pusat itu akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, pembinaan masyarakat, dan kegiatan lainnya yang mendukung program Pemprov Banten. “Di provinsi lain, infrastruktur sudah bagus, guru-guru ngaji sudah dapat honor. Di Banten kan belum ada, hal itu yang akan menjadi konsentrasi kami di Senayan kelak,” ujarnya seraya mengatakan, siap bekerjasama dengan caleg lain yang terpilih di dapil Banten II ini untuk jalan bersama.

Begitu juga kata Zulkieflimansyah. Kata dia, perolehan suara belum final sehingga masih memungkinkan akan terus berubah. Meski demikian, Zulkieflimansyah meyakini bahwa PKS di dapil Banten II akan meraih kursi ke Senayan.

Terkait bila dirinya terpilih kelak menjadi wakil rakyat lagi, Zulkieflimansyah mengatakan, bersama dengan wakil rakyat dari dapil Banten II terpilih akan membantu percepatan pembangunan di Banten. “Kami sudah mengobrol dengan caleg dari Golkar dan Demokrat untuk bersama-sama membangun Banten,” ujarnya. Kata Zul, peningkatan pembangunan yang harus terus digalakkan di Banten adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) lewat pendidikan serta penggalian sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat.

Di tempat terpisah, Ahmad Rifai Suftyadi menambahkan, salah satu amanah yang akan diemban bila kelak menjadi wakil rakyat di Senayan adalah memperjuangkan kesejahteraan bagi masyarakat Banten. “Penguatan UKM dan pembinaan keterampilan akan tetap difokuskan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tandasnya.

Kata Rifai yang akrab disapa Anton ini, siap bekerjasama dengan caleg terpilih lainnya untuk membangun Banten. Kata dia, tidak mungkin ada akselerasi pembangunan di Banten bila tidak ada kerja sama antar wakil rakyat asal Banten di parlemen. “Kita, bila memang benar-benar terpilih, akan menjalankan amanah ini dengan baik untuk membangun Banten lebih baik,” ujarnya.

Dari nama-nama caleg di dapil Banten II yang diprediksi ini memang lebih banyak berlatar belakang pengusaha. Hikmat Tomet, Murdaya Widyawimarta Poo, Iman Ariyadi, Ahmad Rifai Suftyadi, adalah sederetan pengusaha sukses. Murdaya misalnya. Dia adalah pengusaha yang sudah menasional bahkan -internasional. Suami dari Siti Hartati Murdaya ini merupakan salah satu pengusaha sukses Indonesia yang memiliki kekayaan melimpah. (*)

:serang, 18 april 2009